BANGSA MANA YANG PALING MULIA ?


Bosan , Jenuh , tak ada semangat bersaing , itulah mungkin yang terucap mana kala Manusia hanya diciptakan satu Jenis saja mulai dari kutub utara sampai kutub selatan.  

Alhamdulillah , Allah telah menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa sehingga dunia ini lebih bervariasi. Kita bisa mengenal kebab dari Turkye , Susi dan Sasimi dari Jepang , Martabak dari India dan lain sebagainya. Kita juga bisa mengenal dan mempelajari bahasa Arab , Inggris , Cina , Korea dan lain-lain wal hasil dunia ini bervariasi dan mengandung semangat hidup , saling mengenal dan bekerjasama bahkan bersaing.

Indonesia terdiri dari tujuh belas ribu pulau tentu saja terdiri dari banyak suku dengan adat istiadat masing-masing meskipun demikian kita tetap menajdi satu kesatuan yang utuh dengan semboyan "Bhineka Tunggal Ika" mengantarkan Indonesia menjadi Bangsa besar yang unik dan menarik untuk dikenal dan dikunjungi oleh bangsa-bangsa lain di dunia.

Pertanyaanya suku bangsa manakah yang paling mulia di bumi ini ?

Jawabannya ada di dalam Al-Qur'an surat Al-Hujurot ayat 13 :

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ


 لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Artinya :

Wahai manusia ! Sungguh kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh Allah Maha mengetahui , Maha teliti.

Dari ayat di atas bisa kita ketahui bahwa kita ini terlahir di Indonesia dengan adat istiadat yang kita miliki adalah sunnatullah. Menjalani kodrat kita sebagai Suku Jawa , Madura , Sasak , Minang dan lain-lain adalah menjalani kehendak Allah karena Allah yang menciptakan kita bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Namun dihadapan Allah SWT semuanya sama tidak ada yang lebih unggul karena yang paling mulia adalah orang paling bertaqwa di sisi Allah tidak memandang suku , bangsa , agama dan ras. disinilah menunjukkan bahwa Allah itu Maha Adil.

Adapun orang yang bertqwa adalah orang yang menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah .

Quraish Shihab dalam bukunya “Wawasan Al Quran” menjelaskan tentang makna kata ini. Menurut Quraish Shihab, taqwa terambil dari akar kata yang bermakna menghindar, menjauhi atau menjaga diri. Jadi orang yang bertaqwa adalah orang yang menghindari, menjauhi atau menjaga diri. Apa yang dihindari atau dijauhi atau dijaga diri kita darinya? yang dihindari adalah siksa Allah SWT.

Kita sebagai bangsa Indonesia tentu wajib bangga dan melestarikan budaya di lingkungan kita masing-masing namun demikian harus kebanggaan tanpa merendahkan suku-suku yang lain.

Kesatuan dan Persatuan bangsa wajib dijaga oleh setiap individu sebagaimana dalam Al-Qur'an Surat Ali Imron ayat 103 :  

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ

Artinya :

Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.

Dengan demikian kita boleh-boleh saja memakai adat budaya lain namun janganlah lupa budaya kita sendiri  , Boleh kita bangga atas bangsa sendiri tapi jangan sampai merendahkan bangsa lain. karena Allah menciptakan suku bangsa yang berbeda-beda bukan untuk bermusuhan tapi untuk saling mengenal.


ditulis M. fadlil



Komentar

Posting Komentar